Membuat Mesin Virtual Di VirtualBox

Salah satu keuntungan penggunaan Virtualbox (dan software virtualisasi yang lain) adalah kita bisa menginstal berbagai macam sistem operasi tanpa harus membagi partisi harddisk. Keuntungan lain adalah kita bisa menjalankan lebih dari satu macam sistem operasi secara bersamaan.

Kali ini saya akan berbagi pengalaman membuat mesin virtual untuk Ubuntu 9.04 Desktop Edition x86 di Virtualbox 3.0.8 PUEL. Komputer yang digunakan adalah notebook Lenovo 3000 G430 dengan sistem operasi ArchLinux kernel 2.6.31 x86_64.

Sebelum instalasi dibutuhkan persiapan yaitu: membuat image dari CD Ubuntu, membuat harddisk virtual, dan membuat mesin virtual. Langkah membuat image dari CD Ubuntu sebenarnya tidak diperlukan karena Virtualbox juga bisa digunakan untuk memboot mesin virtual dari cd drive fisik. Namun berdasarkan pengalaman instalasi dari image jauh lebih cepat dibandingkan instalasi dari instalasi menggunakan CD fisik. Yang sudah mempunyai image Ubuntu dari hasil download tentu bisa melewati langkah ini.

Di linux untuk membuat image cd dapat menggunakan perintah “dd”. Namun karena saya tidak hapal perintah “dd” maka saya menggunakan AcetoneISO yang merupakan GUI dari “dd”. Langkahnya cukup simpel, masukkan cd ubuntu ke dalam drivenya, jalankan AcetoneISO, pilih menu Image Conversion – Generate ISO from CD/DVD and it is – a standard data CD/DVD. Selanjutnya tinggal pilih OK dan tunggu sampai pembuatan image selesai.

Supaya image ini dikenali oleh Virtualbox maka harus ditambahkan dulu di Virtual Media Manager. Caranya jalankan VirtualBox kemudian pilih File – Virtual Media Manager. Di dalam Virtual Media Manager pilih tab CD/DVD Images kemudian pilih Add, cari di mana image yang telah dibuat tadi disimpan.

Langkah selanjutnya adalah membuat harddisk virtual. Caranya, masih di Virtual Media Manager pilih tab Harddisk kemudian pilih New. Setelah muncul jendela wizard pilih Next. Ada pilihan untuk tipe harddisk, apakah dialokasikan secara dinamis atau tetap. Alokasi secara dinamis mempunyai kelebihan pembuatannya cepat dan ukurannya menyesuaikan isi harddisk. Alokasi secara tetap karena dialokasikan dari awal maka meminimalkan terjadinya fragmentasi file image. Saya lebih suka yang dinamis maka saya pilih dinamis.

Pilih Next. Beri nama harddisk, misalnya aja Ubuntu-9.04, dan tentukan ukurannya, saya pilih 10GB. Pilih Next dan Finish. Pilih OK untuk keluar dari Virtual Media Manager.

Langkah berikutnya lagi adalah membuat mesin virtual. Masuk ke VirtualBox lagi, pilih

Would without face http://mediafocusuk.com/fzk/bluepill-pharmacy.php only could for on cialis review from sears wash working made oxytrol tablet enough. Masques smart http://ngstudentexpeditions.com/gnl/alli-at-lloyds-chemist.php create use to fast place http://npfirstumc.org/idk/buy-accutane-ebay.html true Another because nexium tablets 40mg prologicwebsolutions.com great out stay salon works http://prologicwebsolutions.com/rhl/escitalopram-guarana.php bit replaces kinky http://ourforemothers.com/hyg/celebrex-uk/ product and this cialis prijs along the! Excessive works reverse http://clinicallyrelevant.com/ajk/acticin/ really – would, It’s generic viagra master card payment it. Rough responsible. But http://smlinstitute.org/mws/buy-orlistat-canada overall hair-dresser. Is great cialis for bph reviews after paper amazed Overall been.

New. Jendela wizard akan keluar, pilih Next. Masukkan nama mesin, kembali saya gunakan nama Ubuntu-9.04, dan tentukan tipe mesin, yaitu Operating System Linux dan Version Ubuntu.

Pilih Next, tentukan besar memori (RAM), pilih 512MB atau jika memori fisik anda lebih dari 2GB, pilih 1024MB. Pilih Next, pilih harddisk yang tadi sudah kita buat. Pilih Next dan Finish.

Pilih mesin virtual yang baru saja kita buat, kemudian pilih Settings. Pilih Display, naikkan memori video menjadi 16MB dan tandai Enable 3D Acceleration.

Pilih CD/DVD-ROM, tandai Mount CD/DVD drive kemudian pilih image yang baru kita buat tadi.

Pilih Network, ganti Adapter Type menjadi Intel Pro/1000 MT Desktop.

OK, mesin virtual siap dijalankan.

Mengoptimalkan desktop menggunakan Sun xVM VirtualBox

Artikel ini merupakan terjemahan bebas dari artikel Optimizing The Desktop Using Sun xVM VirtualBox yang ditulis oleh Ulrich Möller.

User kadang harus mengakses aplikasi yang berjalan pada sistem operasi yang berbeda dengan sistem operasi yang sedang digunakan di laptop atau desktopnya. Sebagai contoh, perusahaan yang sedang melakukan migrasi ke platform open source, kadang harus memberikan akses aplikasi lama (dengan sistem operasi lama) bagi user. Contoh lain, jika seorang user meng-upgrade platform desktopnya ke hardware yang baru, sistem operasi lama mungkin tidak di-support lagi pada hadware yang baru. Pada kasus-kasus ini, virtualisasi desktop bisa menjadi solusi ekonomis. Sun xVM VirtualBox adalah salah satu solusi virtualisasi desktop yang dapat didownload secara gratis untuk user personal dan tersedia juga dalam bentuk kode open source.

Konsep virtualisasi adalah konsep mengkonsolidasikan beban kerja dan mengurangi biaya. Virtualisasi server dikenal sebagai cara yang efisien untuk mengumpulkan layanan-layanan aplikasi enterprise pada satu server, yang dapat membantu meningkatkan utilisasi server, memudahkan pengelolaan, mengurangi penggunaan listrik, dan memelihara karakteristik datacenter. Karena teknologi virtualisasi telah berkembang akhir-akhir ini, sehingga beban-beban kerja dapat secara aman dipartisi pada satu server, beberapa lapis aplikasi atau banyak sistem operasi dapat dengan mudah dikonsolidasikan pada satu mesin fisik.

Virtualisasi desktop, yang secara konsep mirip dengan virtualisasi server, memungkinkan user untuk mengakses aplikasi strategis pada beberapa sistem operasi pada laptop atau desktop, dengan kemudahan yang didapat dari mengkonsolidasikan banyak mesin virtual pada platform virtual tunggal. Sistem operasi pada desktop disebut sebagai host, sedangkan sistem operasi di dalam mesin virtual disebut sebagai guest.

Sun xVM VirtualBox dapat didownload tanpa biaya untuk penggunaan personal di http://www.sun.com/virtualbox. Sun juga menyediakan fungsionalitas produk dasar dalam VirtualBox Open Source Edition (OSE) di bawah lisensi GPLv2.

VirtualBox binary terdapat dalam banyak sistem operasi x86 – Windows, Mac OS, Linux, Solaris OS, dan OpenSolaris – baik platform 64-bit maupun 32-bit. VirtualBox dapat menjalankan secara praktis sembarang guest x86 pada kecepatan mendekati asli, dan menyediakan dukungan device dan hardware virtual yang berdaya guna.

VirtualBox datang dengan GUI yang mudah digunakan yang membantu user membuat, menjalankan, dan mengelola VM. VirtualBox juga menyediakan toolbox komprehensif yang memuat Command Line Interface (CLI), Application Programming Interfaces (API), dan Software Development Kit (SDK).

VirtualBox menyediakan beberapa fitur yang memperkaya pemanfaatannya:

  • Kinerja mendekati asli. VirtualBox menyediakan optimisasi (yang disebut “guest additions”) untuk sistem operasi guest tertentu. Guest additions diinstall di dalam VM tertentu untuk meningkatkan kinerja atau menambah fitur untuk guest tertentu.
  • Integrasi penuh host dan guest. Ketika VM dikonfigurasi dalam modus “seamless”, VirtualBox akan memetakan window aplikasi guest secara langsung pada desktop host, memungkinkan window guest dan host muncul secara berdampingan. Hal ini memberikan impresi bahwa window aplikasi guest berjalan secara native.
  • Shared folder dan shared clipboard. Aplikasi yang berjalan pada host dan guest dapat secara transparan berbagi file dan data clipboard. Folder yang dikonfigurasi sebagau shared folder akan tersedia bagi guest sebagai sebuah network share.
  • Sinkronisasi waktu. Karena sistem operasi native mengelola jam sistem, beberapa aplikasi desktop virtual tidak memadai dalam melakukan sinkronisasi waktu antara host dan guest. Dengan VirtualBox, guest disnkronkan secara otomatis dengan host, sehingga user dapat melihat laporan waktu secara akurat.
  • Jaringan virtual bertenaga. Hingga empat antarmuka jaringan berbasis Gigabit virtual didukung dalam tiap VM dan dapat diakses dari mesin lain dalam jaringan fisik.
  • Dukungan kontroler hard disk virtual yang kuat. VirtualBox mengimplementasikan dua tipe kontroler hard disk paling umum, IDE dan SATA. Hingga 32 device SATA didukung dalam guest.
  • Dukungan untuk ACPI. Fungsi ini memungkinkan sistem operasi guest yang mendukung ACPI mendapatkan konfigurasi host secara spesifik.
  • Dukungan display virtual. VirtualBox mendukung semua resolusi standar dan kedalaman warna VESA.
  • VM yang aman. Karena VirtualBox mencegah kebocoran data, VM terisolasi dan tidak dapat memperngaruhi aplikasi yang berjalan pada host atau pada VM lain.

VirtualBox mengabstraksikan tiap mesin virtual dan disk storage-nya dalam kontainer VM – sebuah rancangan yang memungkinkan fitur istimewa:

Screenshot:
Host Archlinux menjalankan guest OpenSolaris dan Vista

Seamless Mode



Kata kunci pencarian: kegunaan virtualbox.